Jumat, 22 Mei 2015

TEORI ORGANISASI UMUM 2#


Nama    : Fajar Ramadhan
Kelas     : 2KA33
NPM      : 13113163

BAB 1
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Pengambilan keputusan dalam organisasi. Proses dan teknik pembuatan keputusan yang benar akan mengarahkan organisasi pada jalur yang tepat dalam mencapai tujuannya. Oleh karenanya pembuatan keputusan juga harus memperhatikan dimensi hubungan manusiawi. Pembuatan keputusan berhubungan dengan masalah. Suatu masalah muncul karena keadaan sebenarnya berbeda dengan yang diharapkan. Dalam banyak hal, masalah mungkin adalah peluang yang tersembunyi. Proses penemuan masalah sering kali informal dan intuitif.
1.2 Maksud dan Tujuan
Tujuan penulisan ini adalah agar setiap pemimpin dalam organisasi bahkan setiap orang dapat mengetahui bagaimana cara mengambil keputusan yang baik dan tidak berselisih paham dengan pihak lain atau tidak merugikan pihak lain.
1.3 Ruang Lingkup
Dalam tulisan ini akan membahas tentang apa itu pengambilan keputusan dalam organisasi, jenis-jenis keputusan organisasi, dan faktor-faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan. Disini juga akan di jelaskan sedikit tentang teori pengambilan keputusan, serta keuntungan dan kerugian pengambilan keputusan dalam kelompok.

BAB 2
ISI

2.1. Definisi Pengambilan Keputusan
    Pengambilan keputusan dalam organisasi merupakan proses pemilihan antara berbagai alternative (Shull, Delbecq, & Cummings, 1970). Pengambilan keputusan merupakan hasil proses komunikasi dan partisipasi yang terus-menerus dari organisasi secara keseluruhan (melibatkan sebanyak-banyaknya pihak yang terkait). Pada dasarnya bentuk pemilihan dari berbagai alternatif yang dipilih dimana prosesnya melalui mekanisme tertentu (dengan harapan mendapatkan hasil yang terbaik bagi organisasi). Menurut Ralp C. Davis, Mary Follet, dan James A.F. Stoner, pengambilan keputusan adalah hasil pemecahan masalah yang didasari atas logika dan pertimbangan, penetapan alternatif terbaik, dan harus mendekati tujuan yang telah ditetapkan.

2.2. Jenis-jenis pengambilan keputusan

Ø  Berdasarkan program dan regularitas :
1.     Pengambilan keputusan terprogram atau terstruktur
Yaitu pengambilan keputusan yang sifatnya rutinitas, berulang-ulang, dan cara menanganinya telah ditentukan.
Pengambilan keputusan terprogram ini digunakan untuk menyelesaikan masalah terstruktur melalui :
a.    Prosedur : yaitu srangkaian langkah yang berhubungan dan berurutan yang harus diikuti oleh pengambil keputusan
b.    Aturan : yaitu ketentuan yang mengatur apa yang harus dan apa yang tidak boleh dilakukan oleh pengambil keputusan
c.    Kebijakan : yaitu pedoman yang menentukan parameter untuk membuat keputusan

2.    Pengambilan keputusan tidak terprogram (tidak terstruktur)
Adalah pengambilan keputusan yang tidak rutin dan sifatnya unik sehingga memerlukan pemecahan khusus.
Ø  Berdasarkan tingkat kepentingannya
Pada umumnya suatu organisasi memiliki hierarki manajemen. Secara klasik hierarki ini terdapat tiga tingkatan, yaitu :
1.     Manajemen puncak yang berkaitan dengan masalah perencanaan yang bersifat strategis (strategic planning). Pada manajemen puncak keputusan yang diambil adalah keputusan strategis.
2.    Manajemen menengah, yaitu menangani permasalahan kontrol/pengawasan yang sifat pekerjaannya lebih banyak pada masalah administrasi. Pada manajemen menengah ini keputusan yang diambil adalah keputusan administrasi/taktis. Keputusan ini adalah keputusan yang berkaitan dengan pengelolaan sumber daya.
3.    Manajemen operasional, yaitu berkaitan dengan kegiatan operasional (kegiatan operasi harian). Keputusan yang diambil pada manajemen operasional disebut keputusan operasional.
Ø  Berdasarkan tipe persoalan :
1.     Keputusan internal jangka pendek, yaitu keputusan yang berkaitan dengan kegiatan rutin/operasional, seperti pembelian bahan baku, penentuan jadwal produksi.
2.    Keputusan internal jangka panjang, yaitu keputusan yang berkaitan dengan permasalahan organisasional, seperti perombakan struktur organisasi, perubahan departemen.
3.    Keputusan eksternal jangka pendek, yaitu keputusan yang berkaitan dengan semua persoalan yang berdampak dengan lingkungan dalam rentang waktu yang relatif pendek, seperti mencari subkontrak untuk suatu permintaan khusus.
4.    Keputusan eksternal jangka panjang, yaitu keputusan yang berkaitan dengan semua persoalan dengan linkungan dengan waktu yang relatif panjang, seperti merger dengan perusahaan lain dan ini bersifat strategis.

Ø  Berdasarkan lingkungannya :

1.     Pengambilan keputusan dalam kondisi pasti, yaitu pengambilan keputusan dimana berlangsung:
a.    Alternatif yang harus dipilih hanya memiliki satu konsekuensi/jawaban/hasil. Ini berarti hasil dari setiap alternatif tindakan tersebut dapat ditentukan dengan pasti.
b.    Keputusan yang diambil didukung oleh informasi/data yang lengkap, sehingga dapat diramalkan secara akurat hasil dari setiap tindakan yang dilakukan.
c.    Dalam kondisi ini, pengambil keputusan secara pasti mengetahui apa yang akan terjadi dimasa yang akan datang.
d.    Biasanya selalu dihubungkan dengan keputusan yang menyangkut masalah rutin, karena kejadian tertentu dimasa yang akan datang dijamin terjadi.
e.    Pengambilan keputusan seperti ini dapat ditemui dalam kasus/model yang bersifat deterministik.
f.    Teknik penyelesainannya/pemecahannya biasanya menggunakan antara lain : teknik program linier, model transportasi, model penugasan,  model inventori, model antrian, model network.

2.    Pengambilan keputusan dalam kondisi resiko, adalah pengambilan keputusan dimana berlangsung hal-hal :
a.    Alternatif yang dipilih mengandung lebih dari satu kemungkinan hasil.
b.    Pengambilan keputusan memiliki lebih dari satu alternatif tindakan.
c.    Diasumsikan bahwa pengambilan keputusan mengetahui peluang yang akan terjadi terhadap berbagai tindakan dan hasil.
d.    Resiko terjadi karena hasil pengumpulan keputusan tidak dapat diketahui dengan pasti, walaupun diketahui nilai probabilitasnya.
e.    Pada kondisi ini ada informasi/data yang akan mendukung dalam membuat keputusan, berupa besar atau nilai peluang terjadinya bermacam-macam keadaan.
f.    Teknik pemecahannya menggunakan konsep probabilitas, seperti model keputusan probabilistik, model inventori probabilistik, model antrian probabilisti.

3.    Pengambilan keputusan dalam kondisi tidak pasti, yaitu pengambilan keputusan dimana :
a.    Tidak diketahui sama sekali hal jumlah kondisi yang mungkin timbul serta kemungkinan-kemungkinan munculnya kondisi-kondisi tersebut.
b.    Pengambilan keputusan tidak dapat menentukan probabilitas terjadinya berbagai kondisi atau hasil yang keluar.
c.    Pengambilan keputusan tidak mempunyai pengetahuan atau informasi lengkap mengenai peluang terjadinya bermacam-macam keadaan tersebut.
d.    Hal yang diputuskan biasanya relatif belum pernah terjadi.
e.    Tingkat ketidakpastian keputusan semacam ini dapat dikurangi dengan cara :
-          Mencari informasi lebih banyak
-          Melalui riset atau penelitian
-          Penggunaan probabilitas subjektif
f.    Teknik pemecahannya adalah menggunaka beberapa metode /kriteria, yaitu metode maximin, metode maximax, metode Laplace, metode minimax regret, metode relaisme dan dibantu dengan tabel hasil (pay off tabel).
4.    Pengambilan keputusan dalam kondisi konflik adalah pengambilan keputusan dimana :
a.    Kepentingan dua atau lebih pengambil keputusan saling bertentangan dalam situasi persaingan.
b.    Pengambil keputusan saling bersaing dengan pengambil keputusan lainnya yang rasional, tanggap dan bertujuan untuk memenangkan persaingan tersebut.
c.    Pengambil keputusan bertindak sebagai pemain dalam suatu permainan.
d.    Teknik pemecahannya adalah menggunakan teori permainan.

2.3. Proses Pengambilan Keputusan Dalam Organisasi
Cara lain untuk memahami tindak komunikasi dalam organisasi adalah dengan melihat bagaimana suatu organisasi menggunakan metode tertentu untuk mengambil keputusan terhadap masalah yang dihadapi. Dalam dataran teoritis, kita mengenal empat metode pengambilan keputusan, yaitu kewenangan tanpa diskusi (authority rule without discussion), pendapat ahli (expert opinion), kewenangan setelah diskusi (authority rule after discussion), dan kesepakatan (consensus).

a. Kewenangan Tanpa Diskusi
Metode pengambilan keputusan ini sering kali digunakan oleh para pemimpin otokratik
atau dalam kepemimpinan militer. Metode ini memiliki beberapa keuntungan, yaitu cepat, dalam arti ketika organisasi tidak mempunyai waktu yang cukup untuk memutuskan apa yang harus dilakukan. Selain itu, metode ini cukup sempurna dapat diterima kalau pengambilan keputusan yang dilaksanakan berkaitan dengan persoalan rutin yang tidak mempersyaratkan diskusi untuk mendapatkan persetujuan para anggotanya.
Namun demikian, jika metode pengambilan keputusan ini terlalu sering digunakan, ia akan menimbulkan persoalan, seperti munculnya ketidak percayaan para anggota organisasi terhadap keputusan yang ditentukan pimpinannya, karena mereka kurang bahkan tidak dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan. Pengambilan keputusan akan memiliki kualitas yang lebih bermakna, apabila dibuat secara bersama-sama dengan melibatkan seluruh anggota kelompok,daripada keputusan yang diambil secara individual.
b. Pendapat Ahli
Seorang anggota organisasi oleh anggota lainnya diberi predikat sebagai ahli (expert), sehingga memungkinkannya memiliki kekuatan dan kekuasaan untuk membuat keputusan. Metode pengambilan keputusan ini akan bekerja dengan baik, apabila seorang anggota organisasi yang dianggap ahli dan memang benar-benar tidak diragukan lagi kemampuannya dalam hal tertentu oleh anggota lainnya.
Dalam banyak kasus, persoalan orang yang dianggap ahli tersebut bukanlah masalah yang sederhana, karenasangat sulit menentukan indikator yang dapat mengukur orang yang dianggap ahli (superior). Ada yang berpendapat bahwa orang yang ahli adalah orang yang memiliki kualitas terbaik; untuk membuat keputusan, namun sebaliknya tidak sedikit pula orang yang tidak setuju dengan ukuran tersebut. Karenanya, menentukan apakah seseorang dalam kelompok benar-benar ahli adalah persoalan yang rumit.

2.4. Faktor-faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan :
1.     Posisi atau kedudukan seseorang
a.    Letak posisi
b.    Tingkatan posisi
2.    Masalah
Masalah atau problem adalah apa yang menjadipenghalang untuk mencapai tujuan, yang merupakan penyimpangan dari apa yang diharapkan, direncanakan atau dikehendakidan harus diselesaikan. Masalah tidak selalu dapat dikenal dengan segera, ada yang memerlukan analisis, ada pula yang bahkan memrlukan riset tersendiri.
Masalah dibagi menjadi 2 jenis :
a.    Masalah terstruktur
b.    Masalah tidak terstruktur
Pembagian masalah yang lain :
a.    Masalah rutin
b.    Masalah insidentil
3.    Situasi
Keseluruhan faktor-faktor dalam keadaan yang berkaitan satu sama lain, dan yang secara bersama-sama memancarkan pengaruh terhadap kita beserta apa yang hendak kita perbuat.
Faktor-faktor tersebut dibedakan :
a.    Faktor-faktor yang konstan
b.    Faktor-faktor yang tidak konstan
4.    Kondisi
Keseluruhan dari faktor-faktor yang secara bersama-sama menentukan daya gerak, daya berbuat atau kemampuan kita. Sebagian besar faktor-faktor tersebut merupakan sumber daya(resourches).
5.    Tujuan
Tujuan yang hendak dicapai, baik tujuan perorangan, tujuan unit(kesatuan), tujuan organisasi maupun tujuan usaha, pada umumnya telah tertentu/telah ditentukan. Tujuan yang telah ditentukan dalam pengambilan keputusan merupakan tujuan antara atau objective.
Pendapat lain yang mengatakan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan adalah :
1.     Keadaan internal organisasi
a.    Dana yang tersedia
b.    Keadaan sumber daya manusia
c.    Kemampuan karyawan
d.    Kelengkapan dari peralatan organisasi
e.    Struktur organisasi

2.    Keadaan eksternal organisasi, meliputi :
a.    Keadaan ekonomi
b.    Keadaan sosial
c.    Keadaan politik
d.    Keadaan hukum
e.    Keadaan budaya, dsb

3.    Tersedianya informasi yang diperlukan

4.    Kepribadian dan kecakapan pengambil keputusan, meliputi penilaiannya, kebutuhannya, intelegensinya, keterampilannya, kapasitasnya, dan sebagainya.

2.5. Teori pengambilan keputusan
Terdapat 4 paradigma dalam teori pengambilan keputusan, yaitu model rasional, model organisasional, model politik dan power, dan model garbage can.
a.    Model rasional
Dalam model yang paling basic dalam pengambilan keputusan model rational, dimana dalam perspektif ini diasumsikan bahwa setiap individu memiliki kesamaan perilaku terhadap tujuan yang ingin dicapai. Dalam riset, perspektif ini digunakan oleh March dan Simon(1958) dan Allison(1971) dalam membuat rational action.
b.    Model organisasional
Model ini merupakan pengembangan dari model rasional dimana dalam pengambilan keputusan, kognitif dari faktor pengambilan keputusan adalah terbatas, dan aspek-aspek organisasi lah yang menutupi keterbatasan ‘kognitif dan membentuk’ kognitif actor pengambil keputusan. Aspek-aspek itu bisa standar operation procedure (Allison,1971), rutinitas dalam organisasi tidak seperti model rasional, dimana tahapan pengambilan keputusan adalah sequential, dalam proses perspektif ini proses pengambilan keputusan tidaklah sequential (Mintzaberg et al., 1976). Dan linieritas dari proses pengambilan keputusan adalah kontekstual (Nutt, 1984).
c.    Model politik dan kekuasaan
Akar dari perspektif politik dalam pengambilan keputusan adalah lmu politik. Perspektif ini melihat bahwa para pengambil keputusan memiliki tujuan yang berbeda-beda, mereka bekerja sama melalui proses koalisi dan preferensi dari actor yang memiliki pengaruh yang paling besar yang akan menang. Awalnya perspektif ini digunakan untuk menjelaskan proses pengambilan keputusan di lembaga legislative, dimana para faktor saling beradu argument dan interes, pembentukan koalisi dan pemenang (Eisenhardt & Zbaract, 1992).
d.    Model garbage can
Teori ini pertama kali dikemukakan oleh Cohen, Marc dan Olsen (1972), bahwa keputusan dalam suatu organisasi terjadi dengan tidak sengaja atau kebetulan. Teori ini merupakan reaksi dari model rasional dan model politik, yang menurut mereka memiliki banyak kelemahan terutama dalam memahami proses pengambilan keputusan dalam situasi yang kompleks, tidak stabil dan dalam dunia yang ambiguous.

2.6. Keuntungan dan kelemahan pengambilan keputusan dalam kelompok
1. Keuntungan
- Kelompok menghasilkan informasi dan pengetahuan yang lebih lengkap, dengan cara mengumpulkan data dan informasi melalui sejumlah individu sebagai bahan masukan dalam proses pengambilan keputusan.
- Peningkatan keanekaragaman pandangan, dalam rangka membuka peluang untuk lebih banyak pendekatan dan alternative yang perlu dipertimbangkan. Hal ini dibuktikan bahwa sebuah kelompok hampir selalu akan berkinerja baik daripada bekerja individu.
- Menghasilkan keputusan bermutu yang lebih tinggi.
- Peluang penerimaan pemecahan masalah berdasarkan keputusan kelompok jauh lebih efektif daripada pengambilan keputusan secara individu.
2. Kelemahan
- Proses pengambilan keputusan menyita waktu yang panjang.
- Ada peluang dan kecenderungan tekanan konformitas dalam kelompok.
- Hasrat dari anggota-anggota kelompok untuk diterima dan dianggap sebagai suatu asset bagi kelompok itu dapat mengakibatkan dihentikannya setiap ketidaksepakatan yang muncul.
- Keputusan kelompok dapat didominasi oleh satu atau beberapa orang. Jika koalisi dominan ini terdiri atas anggota dengan kemampuan rendah atau sedang, maka kefektifan seluruh kelompok akan menderita.
BAB 3

KESIMPULAN
Pengambilan keputusan dalam organisasi sangatlah penting supaya setiap masalah yang datang dapat segera diatasi dan tidak menghambat tujuan dari organisasi itu sendiri.

Refrensi :
1.     M. Steers Richard, Efektivitas Organisasi, Erlangga, Jakarta, 1985
2.    Imam Wahjono Sentot, Perilaku Organisasi, Graha Ilmu, Yogyakarta, 2010
3.    Ir. Indrawani Sinoem, Dasar-dasar Pengambilan Keputusan, www.mdp.ac.id, 30 April 2013 :              15.10

Selasa, 31 Maret 2015

TEORI ORGANISASI UMUM 2#

KONFLIK
MASALAH EKONOMI MEMPENGARUHI
PENDIDIKAN ANAK

Kelas : 2KA33
Nama Kelompok :
- Darvin Christian          (12113048)
- Fajar Ramadhan         (13113163)
- Fhathu Akmal Akbar  (13113435)

Universitas Gunadarma
2014

BAB I
PENDAHULUAN
PENGARUH EKONOMI TERHADAP PUTUSNYA SEKOLAH ANAK

1.1.  Latar Belakang

Pendidikan merupakan kebutuhan manusia. Setiap individu yang dilahirkan ke dunia memerlukan pendidikan untuk menjalankan kehidupan dengan baik dan berguna bagi nusa dan bangsa. Serta kehidupan yang layak dan bermutu dapat dicapai. Langkah awal kita untuk bisa menghadapi kehidupan kedepan dan memenuhi tuntutan zaman adalah belajar dengan baik dan benar.

Belajar dilakukan oleh setiap orang dari awal-awal kehidupan, seperti belajar merangkak dan belajar berjalan serta belajar berbicara. Ini merupakan proses pembelajaran awal yang terjadi,dialami dan dilakukan di lingkungan keluarga. Ini akan terus berlanjut sampai seorang anak memiliki pola pikir yang baik.

Setelah pemikiran seorang anak berkembang, maka anak akan mulai menerapkan didikan yang didapatnya dari kalangan keluarga yang diberikan oleh ayah, ibu dan kakak-kakaknya. Tidak semua ilmu pengetahua yang bisa diberikan oleh keluarga kepada anak. Anak membutuhkan ilmu pengetahuan yang lebih untuk bisa menjalani kehidupan dengan baik nantinya. Mengingat pentingnya ilmu pengetahuan dan keterbatasan pihak keluarga dalam memberikan ilmu pengetahuan, maka para orang tua melanjutkan pendidikan anaknya dari pendidikan non formal kepada pendidikan formal yaitu dengan memasukkan anaknya ke dalam lembaga pendidikan formal sepaerti sekolah.

Pendidikan formal merupakan instrumen terpenting untuk menghasilkan masyaraka yang memiliki produktifitas yang tinggi. Namun pada hakekatnya pendidikan tidak dapat dilepaskan dari  masalah ekonomi,baik secara langsung mupun secara tidak langsung

Putus sekolah merupakan masalah yang sangat penting untuk dibicarakan dan dicari jalan keluarnya. Permasalahannya putus sekolah di Indonesia bukan masalah kecil. Sebagaimana kita ketahui bersama, jumlah anak yang putus sekolah di Indonesia dewasa ini angkanya tidak puluhan orang tetapi sudah mencapai ribuan orang, ini bukan angka yang kecil. Dalam penyelesaian masalah anak putus sekolah ini, bukanlah tanggung jawab satu, dua orang atau suatu instansi saja. Tetapi semua orang dan semua lembaga bertanggung jawab pada masalah ini. Jika masalah anak putus sekolah ini tidak ditangani dengan cepat dan tepat, maka akan berdampak buruk bagi perekonomian Indonesia dan sosial bangsa pun akan terganggu.

Dengan banyaknya anak putus sekolah akan berdampak kepada pengangguran karena kemampuan yang dimiliki anak putus sekolah tersebut tidak mencukupi untuk mengisi lapangan pekerjaan yang semakin canggih dan membutuhkan keahlian khusus. Maka, angka pengangguran pun akan bertambah. Jadi, bagaimana Indonesia bisa dan mampu bersaing dengan Negara-negara maju, sedangkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia masih jauh ketinggalan dari Negara-negara maju.

Selain itu, anak-anak yang putus sekolah yang akhirnya menganggur akan semakin didesak oleh kebutuhan hidup yang terus meningkat, yang mendorong untuk bertindak kriminalitas seperti pencurian, perampokan, pembunuhan dan lain-lain. Yang membuat masyarakat menjadi terganggu dan ketentraman yang telah terjalin ditengah-tengah masyarakat akan hilang.


BAB II
LANDASAN TEORI

2.1. Pengertian Putus Sekolah

Pendidikan merupakan kebutuhan setiap orang. Setiap individu di dunia ini memerlukan pendidikan untuk menjalankan kehidupan yang lebih baik. Setiap anak yang terlahir ke dunia, mereka belajar. Belajar mulai dari hal-hal yang kecil sampai hal-hal yang besar.

Setelah menginjak usia balita, anak mulai membutuhkan pendidikan non formal dan formal. Pendidikan non formal adalah pendidikan yang bersumber dari keluarga, masyarakat dan lingkungan. Pendidikan non formal diperoleh oleh seorang anak secara gratis dan tanpa diminta pun seorang anak pasti akan mendapatkannya. Yaitu  pendidikan yag diberikan oleh ayah,ibu dan kakak-kakanya serta orang yang berada di sekitar tempat tinggalnya. Berbeda dengan pendidikan formal. Pedidikan formal adalah pendidikan yang diperoleh oleh seorang dari lembaga-lembaga pendidikan seperti sekolah.

Pendidikan dapat diartikan sebagai perbuatan mendidik, pengetahuan tentang mendidik. Pendidikan dapat diartikan sebagai usaha manusia untuk membina kepribadiannya sesuai dengan nilai-nilai dan budaya masyarakat.

Pendidikan dapat diartikan sebagai sebuah proses timbal balik dari pribadi-pribadi manusia dalam menyesuaikan diri dengan manusia lain dan dengan alam semesta. Sedangkan pengertian sekolah menurut WJS. Poerwodarmita adalah bangunan atau lembaga untuk belajar dan memberi pelajaran.

Berdasarkan penjelasan diatas, maka penulis dapat menarik kesimpulan bahwa pengertian putus sekolah adalah seseorang yang telah masuk dalam sebuah lembaga pendidikan baik itu diingkat sekolah dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), maupun Sekolah Menengah Atas (SMA) untuk belajar dan menerima pelajaran, tetapi tidak menyelesaikan pendidikannya atau tidak sampai lulus kemudian mereka berhenti atau keluar dari sekolah.

Pengertian putus sekolah dapat pula diartikan sebagai Droup-Out (DO) yang artinya bahwa seorang anak didik yang karena sesuatu hal biasa disebabkan karena malu, malas, takut, sekedar ikut-ikutan dengan temannya atau karena alasa lain sehingga mereka keluar dari sekolah dan tidak masuk lagi untuk selama-lamanya.


BAB III
ISI MAKALAH

4.2. Faktor Penyebab Anak Putus Sekolah

Pendidikan merupakan bagian terpenting dalam kehidupan manusia yang sekaligus dapat membedakan antara manusia dan hewan. Hewan juga belajar tapi lebih ditentukan oleh instinknya. Sedangkan bagi manusia belajar berarti rangkaian kegiatan menuju pendewasaan, guna mencapai kehidupan yang lebih kita kenal dengan istilah sekolah. Sekolah adalah bagian dari suatu aktivitas yang sadar akan tujuan. Sekolah dalam hal ini  pendidikan menempati posisi yang sangat sentral dan strategis dalam membangun kehidupan secara tepat dan terhormat.

Pendidikan pada hakekatnya merupakan suatu keharusan bagi setiap manusia secara keseluruhan. Setiap manusia berhak mendapatkan atau memperoleh pendidikan, baik secara formal, informal maupun non formal. Sehingga nantinya ia akan memiliki mental, akhlak, moral dan fisik yang kuat serta menjadi manusia yang berbudaya tinggi dalam melaksanakan tugas, kewajiban dan tanggung jawabnya dalam masyarakat.


Penyebab seorang anak putus sekolah disebabkan oleh 3 faktor yaitu:

4.1.1 Faktor Ekonomi
Faktor Ekonomi merupakan masalah terbesar yang ada untuk negara berkembang seperti negara Indonesia. Keadaan ekonomi masyarakat Indonesia sebagian besar masuk dalam kategori menengah ke bawah, sehingga pendapatan yang dihasilkan oleh orang tua tidak mencukupi untuk biaya pendidikan. Walaupun adanya program pemerintah seperti peringanan biaya sekolah, tetap saja sebagian masyarakat tetap merasa terbenani dengan biaya pengeluaran seperti pembelian seragam, perlengkapan sekolah maupun buku.
Selain itu mayoritas masyarakat indonesia adalah petani, nelayan dan peternak. Dengan alasan itu mereka beranggapan dengan adanya tenaga kerja tambahan dapat menaikan penghasilan dan menaikan ekonomi keluarga sehingga sisi pendidikan menjadi tidaklah penting. Jadi mereka membantu orang tuanya mencari nafkah. Ini mereka lakukan untuk membantu perekonomian keluarga,baik secara langsung maupun secara tidak langsung.

Membantu perekonomian secara langsung yaitu dengan memberikan uang hasil pekerjaannya kepada orang tuanya. Membantu perekonomian scara tidak langsung yaitu penghasilan mereka digunakan untuk keperluan pribadi mereka sehingga tidak membebani orang tua mereka lagi.


4.1.2 Faktor Lingkungan
Pendidikan yang diterima seorang anak sebelum memasuki pendidikan formal adalah pendidikan non formal yang bersumber dan keluarga dan lingkungan masyarakat, disinilah awal pembentukan karakter dan kepribadian anak. Namun, tidak semua lingkungan yang mendukung pendidikan anak. Ada lingkungan yang memberi pengaruh negatif kepada anak yang mengganggu proses pembelajaran anak di sekolah.

Pengaruh negatif dari lingkungan banyak yang menyebabkan anak putus sekolah. Lingkungan tersebut adalah :

a.       Lingkungan keluarga
Keluarga merupakan lingkungan yang pertama kali ditemui oleh setiap individu. Semenjak seorang anak dilahirkan hingga mencapai usia sekolah, keluargalah yang paling sering ditemui. Didalam keluarga inilah pembentukan karakter dan kepribadian seorang anak. Karakter yang telah ada tersebut dibawa seorang anak ke lingkungan luar,sepeti lingkungan masyarakat,termasuk lembaga pendidikan.

Pada keluarga yang kurang harmonis atau tidak harmonis, anak tidak bisa tumbuh dan berkembang secara baik. Baik secara fisik mupun secara psikologis. sehingga anak tumbuh menjadi anak yang nakal. Disekolah, anak yang tumbuh dilingkungan keluarga yang tidak baik, mereka sering melanggar aturan dan tidak bisa menerima pelajaran dengan baik karna batin dan pemikiran mereka terganggu oleh persoalan di rumah.

Ada juga anak yang putus sekolah akibat perceraian orang tua. Selain karna beban mental yang diterima,mereka memilih untuk putus sekolah karena harus mengurus adik-adiknya.

Selain akibat keluarga yang tidak harmonis. Anak putus sekolah karna anak tidak mendapatkan perhatian dan kasih sayang secara penuh dari orang tua dan keluarganya. Kurangnya perhatian dan kasih sayang dari orang tua ini disebabkan karna orang tua dengan ekonomi menengah kebawah,sibuk bekerja mencari nafkah.Anak-anak yang tidak mendapatkan kasih sayang penuh dari orang tua dan keluarganya ini, seringkali mencari kasih sayang diluar rumah. Seperti pacaran,dengan adanya pacaran yang kebanyakan membuat pendidikan terganggu dan pacaran yang tidak dibatasi dan dikontrol apalagi diusia-usia remaja yang tingkat rasa ingin tahunya tinggi serta dalam pencarian jati diri,banyak anak sekolah yang terjerumus kedalam perbuatan maksiat yang dari segi agama dan pemerintahan yang tidak dapat di toleransi lagi,seperti perbuatan zina,narkoba akibat pergaulan bebas. Ini menyebabkan anak dikeluarkan dari sekolah dan putus sekolah kembali terjadi.

Selain itu, keberadaan anak perempuan didalam pendidikan masih kurang perhatian dari sebagian orang tua, anggapan bahwa “setinggi apapun sekolah anak perempuan,akhirnya kedapur juga” ini masih berkembang ditengah-ditengah masyarakat. Tidak sedikit siswi yang putus sekolah karena menikah.

Cepatnya pemikiran untuk menikah di kalangan siswi salah satu akibat dari film yang dipertontonkan di televisi yang mana tayangannya,lebih besar nilai fiktifnya dan amoralnya dibandingkan nilai pendidikannya, dan ada juga karena faktor ekonomi,sebagaimana pemikiran yang berkembang di kalangan masyarakat bahwa“walaupun anak perempuan tidak sekolah, hidupnya akan ditanggung suaminya, kalau anak laiki-laki lebih baik bersekolah karena akan membiayai hidup istrinya” sehingga pendidikan tidak menjadi hal yang penting dan hal yang di utamakan .

Bagi anak laki-laki, banyak yang putus sekolah karena lingkungan yang kurang baik serta kurangnya pengawasan orang tua. Seorang anak bersekolah yang bergaul dengan anak-anak yang tidak bersekolah maka dia akan mengikuti kebiasaan anak yang tidak bersekolah tersebut. Seperti merokok, berjudu, minum-minuman keras, sehingga tidak bisa mengikuti pelajaran dengan baik dan sering melakukan pelanggaran yang membuat dia dikeluarkan dari sekolah.

Kurangnya pengawasan dari orang tua juga menjadi faktor pendorong anak putus sekolah. Contohnya, anak menonton sampai larut malam, bahkan sampai dini hari yang tidak dikontrol oleh orang tua. Sehingga anak tidak konsentrasi sewaktu mengikuti proses pembelajaran di sekolah,karna fisik kurang sehat dan rasa ngantuk akibat kurang tidur. Selain itu anak yang kurang pengawasan orang tua ini sering melanggar peratuaran yang berlaku disekolah, dengan seringnya melanggar peraturan sekolah ini, anak tersebut dekeluarkan dari sekolah.

b.      Lingkungan teman pergaulan
Selain lingkungan keluarga,lingkungan teman pergaulan  juga membentuk karakter dn kepribadian dari anak. Lingkungan teman pergaulan ini juga bisa membuat anak putus sekolah.

Dikalangan siswi sebahagian putus sekolah karena dipengaruhi oleh pacarnya,karma pacarnya mengajak siswi tersebut untuk menikah. berbeda dikalangan siswa. Walaupun, telah diprioritasikan untuk bersekolah oleh orang tuanya, siswa tetap tidak mengikuti proses belajar mengajar dengan baik dan sering melanggar aturan, ini disebabkan karena pengaruh teman diluar sekolah yang tidak bersekolah.

Bagi siswa ditingkat SMA/sederajat, siswa yang putus sekolah karena teman pergaulan ini yaitu karena siswa tersebut berteman dengan anak yang tidak bersekolah dan terbawa-bawa oleh kebiasaan temannya tersebut seperti merokok, minm-minuman keras, berjudi dan ngumpul-ngumpul sampai larut malam bahkan sampai dini hari.

Dengan terbawa-bawa oleh kebiasaan teman yang tidak bersekolah tersebut akan membuat siswa tidak bisa mengikuti pelajaran disekolah dengan baik karena rasa ngantuk akibat kurang tidur dan juga malas untuk sekolah. Dan apabila kebiasaan merokok, minim-minuman keras, dan berjudi itu diketahui pihak sekolah tentunya akan membuat siswa itu dikeluarkan dari sekolah dan putus sekolah pun terjadi.

Bagi siswa ditingkat sekolah dasar siswa terpengaruh kemajuan teknologi informasi dan komuniksi. Jika tidak dimanfaatkan sebagaimana mestinya, maka anak-anak didik akan terbawa kearah yang negatif, yang nantinya akan membuat kepribadian mereka negatif yang bisa membuat mereka dikeluarkan dari sekolah.

2.2.3 FAKTOR PRIBADI
Manusia adalah makhluk bebas yang memiliki hak dan kewajiban. Melanjutkan pendidikan atau berhenti adalah pilihan. Walaupun perekonomian orang tua bisa membiayai biaya sekolah,namun jika keinginan untuk melanjutkan sekolah tidak ada,maka anak tersebut tetap akan mengalami putus sekolah.Seseorang yang keluar dari sekolah atau putus sekolah ada yang didasari keinginannya sendiri.
Memilih putus sekolah tentunya ada alasan. Secara garis besar anak memilih putus sekolah karena:

2.2.3.1 Tidak ingin menyusahkan orang tua
Melihat perekonomian orang tua yang berada digaris menengah kebawah membuat suatu pemikiran dikalangan siswa siswi bahwa “lebih baik berhenti sekolah dan membantu orang tua, kalupun sekolah belum tentu akan berhasil” dengan pemikiran seperti ini seorang anak memilih untuk putus sekolah dan bekerja. Rasa kasihan timbul dari hati siswa siswi melihat kondisi orang yang semakin tua,apalagi kalau orang tua yang tidak lengkap,baik berpisah karena meninggal maupun berpisah karena cerai.

2.2.3.2.Rasa Malu
Menurut teori psikogenesis konflik batin mempengaruhi kepribadian anak. Sebagaimana kita ketahui kemampuan seseorang dalam belajar dan menerima pelajaran tidak sama. Anak yang kurang dalam menerima pelajran dan sering tidak naik kelas. Memutuskan untuk putus sekolah karena malu belajar disekolah. Selain malu belajar dengan anak yang seharusnya adik kelasnya, dia juga malu dengan teman-temannya yang telah naik kelas.

2.2.3.3.Kesadaran akan kebutuhan belajar anak kurang
Ada anak yang berfikiran bahwa belajar itu hanya buang-buang waktu yang tidak menghasilkan apa-apa. Bisa membaca dan menulis saja suadah cukup.
Pemikiran anak seperi itu merupakan pemikiran zaman dahulu bahkan pemikiran di era globalisasi. Namun, ini masih ada dikalangan pelajar.

2.2.3.4.Tidak merasakan nikmatnya sekolah
Banyak para pelajar yang tidak merasakan nikmatnya sekolah dan lebih cendrung kepada bermain-main. Ini terjadi karena disekolah dia tidak bisa berbuat banyak, karena kemampuan berfikir yang kurag dan malas mengikuti kegiatan sekolah seperti organisasi. Yang membuat mereka tidak dengarkan pelajaran pelajaran dan pulang. In membuat mereka jenuh dan memilih untuk putus sekolah. Dan juga disebabkan karena memasuki suatu sekolah atas paksaan orang tua.



2.2.3.5 Telah merasakan nikmatnya mendapat uang sendiri
Untuk membantu perekonomian keluarga banyak anak sekolah yang bekerja sampingan. Dari kerjanya tadi anak memperoleh hasil yaitu uang. Dengan menerima hasil ini, anak belajar “untuk apa saja sekolah lagi, saya sudah bisa mendapatkan uang sendiri” sehingga anak lebih memilih untuk bekerja dan putus asa.
Setelah putus sekolah anak tersebut melanjutkan pekerjaan yang telah dijalani sewaktu dalam jenjang pendidikan.


BAB V
DAMPAK DARI ANAK PUTUS SEKOLAH

Dampak yang ditimbulkan dari anak putus sekolah ini adalah :
5.1 Dari pihak keluarga
Dari segi positif
·        Dapat membantu perekonomian keluarga
·        Mengurangi beban orang tua

Dari segi negatif
·         Semakin membuat resah orang tua karna kelakuan semakin bebas
·         Membut malu orang otua dan keluarga karna putus sekolah akibat pergaulan bebas

5.2. Dari Masyarakat
Dampak positif :
·        Dapat membantu pekerjaan bagi masyarakat yang membutuhkan

Dampak negatif :
·        Membuat keresahan di masyarakat karna anak yang putus sekolah  berbuat tindakan amoral. Seperti minum minuman keras,berjudi,tauran dan pembunuhan akibat tekanan kebutuhan yang semakin meningkat.
 
5.3 Dari Pemerintahan
Dampak negatif :
·         Membuat angka pengangguran semakin meningkat
·         Kriminalitas semakin meningkat
·         Pengeluaran pemerintah dalam hal biaya sosial anak akan bertambah, seperti yang berkaitan dengan perawatan psikologis,peningkatan kualitas pengamanan wilayah dan peningkatan volume proses peradilan
BAB VI
KESIMPULAN DAN SARAN

3.1 KESIMPULAN
Berdasarkan penelitian yang dilakukan diperoleh hasil sebagai berikut:
1.      Faktor penyebab putus sekolah sebagai berikut.
-          faktor ekonomi
-          faktor lingkungan
-          faktor pribadi
a.       Tidak ingin menyusahkan orang tua
b.      Malu
c.       Kesadaran akan kebutuhan belajar anak kurang
e.       Telah merasakan nikmatya mendapatkan uang sendiri

3.2 SARAN
Peneliti menyarankan :
1.      Hendaknya orang tua lebih memberikan perhatian kepada anak-anaknya
2.      Hendaknya orang tua mengontrol anak mereka
3.     Sebaiknya anak yang putus sekolah diberikan pelatihan khusus untuk menambah keahlian mereka


Referensi

http://eonyhuh.blogspot.com/
https://mestinana.wordpress.com/2013/06/10/anak-putus-sekolah/
https://emperordeva.wordpress.com/about/masih-adanya-anak-putus-sekolah-di-bali/

Selasa, 03 Maret 2015

TEORI ORGANISASI UMUM 2#

1. PENGERTIAN DAN ARTI PENTING KOMUNIKASI

Kata atau istilah komunikasi (dari bahasa Inggris “communication”), secara etimologis atau menurut asal katanya adalah dari bahasa Latin communicatus, dan perkataan ini bersumber pada kata communis Dalam kata communis ini memiliki makna ‘berbagi’ atau ‘menjadi milik bersama’ yaitu suatu usaha yang memiliki tujuan untuk kebersamaan atau kesamaan makna.

Komunikasi adalah suatu proses penyampaian pesan (ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain agar terjadi saling mempengaruhi diantara keduanya. Pada umumnya, komunikasi dilakukan dengan menggunakan kata-kata yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. Melalui komunikasi, sikap dan perasaan seseorang atau sekelompok orang dapat dipahami oleh pihak lain.

Komunikasi bukan cuma terkait dengan bagaimana cara menggunakan bahasa tapi sangat terkait juga dalam menyampaikan pesan dalam bentuk yang lainnya seperti tatapan mata, gesture tubuh, serta mungkin intonasi.
Komunikasi itu penting, semua orang tahu, karena ini merupakan basic instinct dari setiap makhluk hidup. Setiap makhluk punya cara komunikasi masing-masing, setiap manusia pun tak lepas dari cara dia melakukan komunikasi. Kita tak bisa membeda-bedakan bahasa, suku, adat, kebiasaan, tradisi maupun agama karena pada dasarnya berkomunikasi, menyampaikan pesan itu asal dilakukan dengan baik dan benar, serta dalam keadaan saling terbuka, fikiran jernih tanpa sentimen dan perasaan negatif, pasti maksud yang ingin disampaikan dapat diterima.

2. JENIS DAN PROSES KOMUNIKASI

- Jenis-jenis Komunikasi :

1.Komunikasi Intrapribadi :
Komunikasi intrapribadi (intrapersonal communication) adalah komunikasi dengan diri sendiri, baik kita sadari atau tidak. Contoh : berfikir.

2.Komunikasi Antarpribadi :
Komunikasi antarpribadi (interpersonal communication) adalah komunikasi antara orang-orang secara tatap muka, yangmemungkinkan respon verbal maupun nonverbal berlangsung secara langsung. Bentuk khusus komunikasi antarpribadi ini adalah komunikasi diadik (dyadic communication) yang hanya melibatkan dua individu,misalnya suami- istri, dua sejawat, guru-murid. Ciri-ciri komunikasi diadik adalah pihak- pihak yang berkomunikasi berada dalam jarakyang dekat, pihak-pihak yang berkomunikasi mengirim dan menerimapesan secara langsung dan simultan.

3.Komunikasi Kelompok (Kecil) :
Komunikasi kelompok merujuk pada komunikasi yang dilakukan sekelompok kecil orang (small-group communication). Kelompok sendiri merupakan sekumpulan orang yang mempunyai tujuan bersama, yang berinteraksi satu sama lain untuk mencapai tujuanbersama, saling mengenal satu sama lain, dan memandang mereka sebagai bagian dari kelompok tersebut. Komunikasi antarpribadi berlaku dalam komunikasi kelompok.

4.Komunikasi Publik :
Komunikasi publik adalah komunikasi antara seorang pembicara dengan sejumlah orang (khalayak), yang tidak bisa dikenali satu persatu. Komunikasi publik meliputi ceramah, pidato, kuliah, tabligh akbar, dan lain-lain. Ciri-ciri komunikasi publik adalah berlangsung lebih formal, menuntut persiapan pesan yang cermat, menuntut kemampuanmenghadapi sejumlah besar orang; komunikasi cenderung pasif, terjadi di tempat umum yang dihadiri sejumlah orang; merupakan peristiwayang direncanakan dan ada orang-orang yang ditunjuk secara khususmelakukan fungsi-fungsi tertentu.

5.Komunikasi Organisasi :
Komunikasi organisasi (organizational communication) terjadi dalam suatu organisasi, bersifat formal dan informal, dan berlangsung dalam jaringan yang lebih besar dari komunikasi kelompok. Komunikasi organisasi juga melibatkan komunikasi diadik, komunikasi antarpribadi, dan komunikasi publik tergantung kebutuhan.

6.Komunikasi Massa :
Komunikasi massa (mass communication) adalah komunikasi yangmenggunakan media massa cetak maupun elektronik yang dikelola sebuah lembaga atau orang yang dilembagakan yang ditujukan kepada sejumlah besar orang yang tersebar, anonim, dan heterogen. Pesan- pesannya bersifat umum, disampaikan secara serentak, cepat dan selintas.

- Proses Komunikasi :

Proses komunikasi adalah bagaimana komunikator menyampaikanpesan kepada komunikannya, sehingga dapat menciptakan suatu persamaan makna antara komunikan dengan komunikatornya. Proseskomunikasi ini bertujuan untuk menciptakan komunikasi yang efektif (sesuai dengan tujuan komunikasi pada umumnya). Proses komunikasi, banyak melalui perkembangan.
Proses komunikasi dapat terjadi apabila ada interaksi antar manusiadan ada penyampaian pesan untuk mewujudkan motif komunikasi.

Tahapan proses komunikasi adalah sebagai berikut :
1. Penginterpretasian.
2. Penyandian.
3. Pengiriman.
4. Perjalanan.
5. Penerimaan.
6. Penyandian balik.
7. Penginterpretasian.

3. KOMUNIKASI EFEKTIF

Komunikasi efektif yaitu komunikasi yang mampu menghasilkan perubahan sikap (attitude change) pada orang lain yang bisa terlihat dalam proses komunikasi. Tujuan dari Komunikasi Efektif sebenarnya adalah memberi kan kemudahan dalam memahami pesan yang disampaikan antara pemberi informasi dan penerima informasi sehingga bahasa yang digunakan oleh pemberi informsi lebih jelas dan lengkap, serta dapat dimengerti dan dipahami dengan baik oleh penerima informasi, atau komunikan. tujuan lain dari Komunikasi Efektif adalah agar pengiriman informasi dan umpan balik atau feed back dapat seinbang sehingga tidak terjadi monoton. Selain itu komunikasi efektif dapat melatih penggunaan bahasa nonverbal secara baik.
Menurut Mc. Crosky Larson dan Knapp mengatakan bahwa komunikasi yang efektif dapat dicapai dengan mengusahakan ketepatan (accuracy) yang paling tinggi derajatnya antara komunikator dan komunikan dalam setiap komunikasi. Komunikasi yang lebih efektif terjadi apabila komunikator dan komunikan terdapat persamaan dalam pengertian, sikap dan bahasa.

Komunikasi dapat dikatakan efektif apa bila komunikasi yang dilakukan dimana :
1. Pesan dapat diterima dan dimengerti serta dipahami sebagaimana yang dimaksud oleh pengirimnya.
2. Pesan yang disampaikan oleh pengirim dapat disetujui oleh penerima dan ditindaklanjuti dengan perbuatan yang diminati oleh pengirim.
3. Tidak ada hambatan yang berarti untuk melakukan apa yang seharusnya dilakukan untuk menindaklanjuti pesan yang dikirim.

4. IMPLIKASI MANAJERIAL

Menurut kamus besar Bahasa Indonesia, kata Implikasi berarti akibat. Kata Implikasi sendiri dapat merujuk ke beberapa aspek yaitu salah satunya yang dibahas saat ini adalah manajerial atau manajemen.

Dalam manajemen terdapat 2 implikasi yaitu :
1. Implikasi prosedural meliputi tata cara analisis, pilihan representasi, perencanaan kerja dan formulasi kebijakan.
2. implikasi kebijakan meliputi sifat substantif, perkiraan ke depan dan perumusan tindakan

SUMBER :
https://duniatugasasri.wordpress.com/2013/06/11/pengertian-dan-arti-penting-komunikasi/
http://basukihady.blogspot.com/2013/04/pengertian-dan-arti-penting-komunikasi.html

Jumat, 19 Desember 2014

ORGANISASI BERKEMBANG

Disusun Oleh :
Fajar Ramadhan
Fajar Syaiful Bahri
M. Dani Hafizh

ORGANISASI BERKEMBANG

PENDAHULUAN
Organisasi berasal dari kata organon dalam bahasa Yunani yang berarti alat. Pengertian organisasi telah banyak disampaikan para ahli, tetapi pada dasarnya tidak ada perbedaan yang prinsip, sehingga dapat saya simpulkan bahwa organisasi merupakan sarana untuk melakukan kerjasama antara orang-orang dalam rangka mencapai tujuan bersama, dengan mendayagunakan sumber daya yang dimiliki. Dan pada prinsipnya setiap organisasi harus memiliki tiga unsur dasar,yaitu :
a. Orang-orang (sekumpulan orang),
b. Kerjasama,
c. Tujuan yang ingin dicapai,

Sedangkan Pengertian Manajemen dari beberapa literature sebagai berikut :
a.     Menurut Goerge R. Terry dan Leslie W. Rue dikemukakan bahwa : Manajemen adalah suatu proses atau kerangka kerja, yang melibatkan bimbingan atau pengarahan suatu kelompok orang ke arah tujuan-tujuan organisasional atau maksud-maksud yang nyata.
b. Menurut James A F Stoner dalam bukunya Management, diungkapkan bahwa : Manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumberdaya-sumberdaya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan.
c.   T. Hani Handoko menyimpulkan bahwa pada dasarnya manajemen dapat didefinisikan sebagai bekerja dengan orang-orang untuk menentukan, menginterpretasikan dan mencapai tujuan-tujuan organisasi dengan pelaksanaan fungsi-fungsi perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), penyusunan personalia atau kepegawaian (staffing), pengarahan dan kepemimpinan (leading) dan pengawasan (controlling).
         Dengan demikian, manajemen adalah proses merencanakan, mengorganisasikan, memimpin dan mengendalikan pekerjaan anggota organisasi dan menggunakan semua sumber daya organisasi untuk mencapai sasaran organisasi yang sudah ditetapkan.

     AKTIVITAS MANAJEMEN ORGANISASI

     Secara khusus manajemen organisasi mempunyai dua tugas utama yaitu efektivitas dan efisiensi,  dimana :
• effective is to do the right something. Dimana efektif merupakan pencapaian tujuan atau     target.
• efficiens is to do the something right . sedangkan efisien adalah cara dalam mencapai tujuan atau taget tersebut dengan memperkecil pengeluaran atau pemborosan Sehingga dalam menjalankan roda organisasi dengan menggunakan sedikit mungkin sumberdaya namun mencapai tujuan yang maksimal.

    AKTIVITAS MANAJEMEN
     aktivitas utama atau fungsi utama manajemen adalah :
      1. Perencanaan (Planning)
Perencanaan adalah pemilihan sekumpulan kegiatan dan pemutusan selanjutnya apa yang harus dilakukan, kapan, bagaimana, dan oleh siapa. Gagal dalam merencanakan artinya merencanakan kegagalan, sehingga lebih baik bersimbah keringat di saat latihan daripada bersimbah darah di medan perang.

     2. Pengorganisasian (organizing)
Pengorganisasian merupakan suatu proses untuk merancang struktur formal, mengelompokkan dan mengatur serta membagi tugas-tugas atau pekerjaan di antara para anggota organisasi, agar tujuan organisasi dapat dicapai dengan efisien. (T.Hani Handoko)
    Sedangkan fokus pada tahap pengorganosasian adalah :
• Apa saja tugas yang harus diselesaikan?
• Siapa yang yang mengerjakannya?
• Bagaimana tugas-tugas dikelompokkan?
• Siapa melapor ke siapa?
• Dimana keputusan harus dibuat?

     3. Pengarahan (Leading/Actuating)
     4. Pengontrolan (controlling)
        Pengawasan dapat didefinisikan sebagai proses untuk menjamin bahwa tujuan-tujuan organisasi dan manajemen tercapai

   PENGEMBANGAN ORGANISASI
     1. Pengertian Pengembangan Organisasi
Pengembangan Organisasi merupakan program yang berusaha meningkatkan efektivitas keorganisasian dengan mengintegrasikan keinginan individu akan pertumbuhan dan perkembangan dengan tujuan keorganisasian.

     2. Alasan akan pentingnya pengembangan Organisasi
• Perubahan adalah pertanda kehidupan
• Perubahan memberikan harapan
• Pengembangan merupakan tanggapan atas perubahan
• Pengembangan merupakan usaha untuk menyesuaikan dengan hal baru (perubahan)
     3. Metode Pengembangan Organisasi
       • Metode Pengembangan Perilaku
  § Jaringan Manajerial (managerial Grid)
  § Latihan kepekaan
  § Pembentukan Tim
  § Umpan Balik Survei
       • Metode Pengembangan Ketrampilan dan sikap
  § On the job training
  § Job Instruction Training
  § Of the job training
  § Vestibule training

     CONTOH PERUSAHAAN BERKEMBANG
Perusahaan Perseroan (Persero) PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk (“TELKOM”, ”Perseroan”, “Perusahaan”, atau “Kami”) merupakan Badan Usaha Milik Negara dan penyedia layanan telekomunikasi dan jaringan terbesar di Indonesia. TELKOM menyediakan layanan InfoComm, telepon kabel tidak bergerak (fixed wireline) dan telepon nirkabel tidak bergerak (fixed wireless), layangan telepon seluler, data dan internet, serta jaringan dan interkoneksi, baik secara langsung maupun melalui anak perusahaan.

Sebagai BUMN, Pemerintah Republik Indonesia merupakan pemegang saham mayoritas yang menguasai sebagian besar saham biasa Perusahaan sedangkan sisanya dimiliki oleh publik. Saham Perusahaan diperdagangkan diBursa Efek Indonesia (“BEI”), New York Stock Exchange (“NYSE”), London Stock Exchange (“LSE”) dan Tokyo Stock Exchange (tanpa listing).

Untuk menjawab tantangan yang terus berkembang di industri telekomunikasi dalam negeri maupun di tingkat global, kami bertekad melakukan transformasi secara fundamental dan menyeluruh di seluruh lini bisnis yang mencakup transformasi bisnis dan portofolio, transformasi infrastruktur dan sistem, transformasi organisasi dan sumber daya manusia serta transformasi budaya. Pelaksanaan transformasi ini dilakukan dalam rangka mendukung upaya diversifikasi bisnis TELKOM dari ketergantungan pada portofolio bisnis Legacy yang terkait dengan telekomunikasi, yakni layanan telepon tidak bergerak (Fixed), layanan telepon seluler (Mobile), dan Multimedia (FMM), menjadi portofolio TIME (Telecommunication, Information, Media and Edutainment). Konsistensi kami dalam berinovasi telah berhasil memposisikan Perusahaan sebagai salah satu perusahaan yang berdaya saing tinggi dan unggul dalam bisnis New Wave.

Komitmen kami untuk mendukung mobilitas dan konektivitas tanpa batas diyakini akan meningkatkan kepercayaan pelanggan ritel maupun korporasi terhadap kualitas, kecepatan, dan kehandalan layanan serta produk yang kami tawarkan. Hal itu terbukti dengan kontinuitas peningkatan di sisi jumlah pelanggan kami, yakni mencapai 120,5 juta pelanggan per 31 Desember 2010, atau meningkat sebesar 14,6%. Dari jumlah tersebut, sebanyak 8,3 juta pelanggan merupakan pelanggan telepon kabel tidak bergerak, 18,2 juta pelanggan telepon nirkabel tidak bergerak, dan 94,0 juta pelanggan telepon seluler.

      KERJASAMA
Kerjasama atau bisa disebut dengan Kooperasi yaitu praktik seseorang atau kelompok yang lebih besar yang bekerja di khayalak dengan tujuan atau kemungkinan metode yang disetujui bersama secara umum, alih-alih bekerja secara terpisah dalam persaingan.
Kerjasama adalah tugas dan tanggung jawab setiap individu di suatu perusahaan untuk mengimplementasikan kerjasama kedalam suatu wujud nyata pelaksanaan kerja harian. Namun untuk tercapainya hal ini perlu adanya komitmen bersama dan persamaan persepsi tentang arti dan makna teamwork baik dikalangan karyawan maupun level manajemen. Hal ini diperlukan agar terjalin kesamaan tujuan dalam pelaksanaanya sehingga tidak terjadi kesimpangsiuran dan kesalahpahaman dikemudian hari.
Jadi kita bisa melakukan Kerjasama dengan beberapa organisasi lainnya yang memiliki satu tujuan dengan organisasi kita. Contohnya Koperasi adalah Bentuk kerja sama di ranah bisnis, pertanian dan perusahaan.

     ANAK PERUSAHAAN
Membuka anak perusahaan salah satu cara yang bisa di gunakan, kita ingin membuka jasa pengiriman paket/pos. Tapi sebelumnya perusahaan kita menjual peralatan elektronik maka oleh itu kita bisa menciptakan sebuah anak perusahaan yang masih dalam pengawasan perusahaan induk. Contoh BUMN memiliki beberapa anak perusahaan seperti PAM, PLN, TELKOM.
   
     GO PUBLIK
Yang di maksud GO PUBLIK adalah kita membuka pintu untuk Investor2/Masyarakat yang ingin ber investasi. Perusahaan yang sudah GO PUBLIK disebut dengan Perusahaan terbuka. Contoh sederhananya adalah perusahaan waralaba yang mengajak masyarakat/investor untuk menanam saham atau membuka franchise.

Perusahaan tidak hanya dengan cara itu menjadi perusahaan Go Public tetapi harus di setujui oleh Bapepam. Perusahaan yang bermaksud menawarkan efeknya ke masyarakat melalui pasar modal itu, Dalam mengajukan pernyataan pendaftaran emisi efek

syarat yang harus dipersiapkan :
 1.      Menajemen perusahaan menetapkan rencana mencari dana melalui Go public.
 2.  Ada persetujuan dari RUPS dan orang-orang pemegang saham di perusahaan dan perubahan anggaran dalam RUPS tadi. Suatu perusahan yang Go public itu dalam penjualan saham perdananya ke masyarakat, harga sahamnya jauh berbeda dengan waktu penawaran perdana sebelum Go public.
     3.    Emiten atau perusahaan yang Go public tadi harus menyiapkan kelengkapan dokumen dibantu dengan  profesi penunjang :
a.       Penjamin emisi (underwriter) yang menjamin dan membantu emiten dalam proses emisi.
b.      Profesi penunjang ada; akuntan publik, notaris, konsultan hukum, perusahaan penilai.
c.   Lembaga penujangnya; wali amanat, guarantor, biro administrasi efek, tempat penitipan harta
4     4.     Mempersiapkan kelengkapan dokumen emisi tadi
       5.     Mengadakan kontrak pendahuluan dengan bursa efek
       6.     Public Expose
       7.     Penandatangan-an berbagai perjanjian-perjanjian emisi
      8.   Penawaran obligasi atau efek lain yang bersifat hutang, harus dapat peringkat yang dikeluarkan  oleh lembaga peringkat efek.
      9.       Menyampaikan pernyataan pendaftaran beserta dokumen-dokumennya kepada Bapepam. Setelah Bapepam menerima pernyataan pendaftaraan emisi tadi, Bapepam melakukan pemeriksaaan dan evaluasi terhadap kelengkapan dokumen yang diwajibkan termasuk juga Surat pengantar pernyataan pendaftaran prospektus lengkap, belum lagi dokuman lain yang ikut diwajibkan juga dan sangat wajib, laporan keuangan, rencana jadwal emisi, rencana penggunaan dana, Legal Audit, Legal opinion, perjanjian penjaminan emisi dan lain-lain.
 
               Dan berdasarkan ketentuan yang berlaku, pihak Bapepam bakalan nanggepin permohonan emisi tadi dalam tiga puluh hari kerja setelah penyerahan berkas permohonan tersebut didaftarkan. Selain 3 cara diatas ada pula faktor - faktor yang membuat organisasi harus berkembang agar bisa bertahan.

Kekuatan eksternal
- Kompetisi yang semakin tajam antar organisasi.
- Perkembangan IPTEK.
- Perubahan lingkungan baik lingkungan fisik maupun sosial yang membuat organisasi berfikir  bagaimana mendapatkan sumber diluar organisasi untuk masa depan organisasi.
Kekuatan internal
- Struktur.
- Sistem dan prosedur.
- Perlengkapan dan fasilitas.
- Proses dan sasaran.
- Bila tidak cocok akan membuat organisasi melakukan perbaikan. Perubahan organisasi dilakukan untuk mencocokkan dengan kebutuhan yang ada.

Dengan terciptanya iklim kerjasama antar sesama karyawan didalam perusahaan diantaranya adalah:
- Penyelesaian yang cepat terhadap suatu permasalahan yang timbul dalam kegiatan kerja.
- Timbulnya ide-ide baru yang berasal dari kreatifitas individu maupun team yang dapat
   menjawab tantangan-tantangan menghadapi kompetisi yang semakin ketat dalam dunia
    telekomunikasi akhir-akhir ini.
- Meningkatkan efisiensi dan produktifitas perusahaan pada umumnya dan individu
   karyawan pada khususnya.

KESIMPULAN
Organisasi adalah bentuk formal dari sekelompok manusia dengan tujuan individualnya masing – masing (gaji, kepuasan kerja, dll) yang bekerjasama dalam suatu proses tertentu untuk mencapai tujuan bersama (tujuan organisasi). Untuk Itu diperlukan beberapa tipe organisasi dalam pengembangan perusahaan tersebut.
Dalam menjalankan Perusahaannya, Organisasi yang berkembang tersebut menggunakan beberapa sistem untuk memajukan perusahaan mereka. Sistem organisasi berkembang yang dikenal adalah : join venture, holding company, dan go public.
Sistem organisasi yang berkembang tersebut memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing yang menjadi tolak ukur setiap perusahaan memilih sistem pengerjaan perusahaannya sesuai dengan bidangnya masing-masing sehingga kekurangan dan kelebihan tersebut bisa di gunakan untuk memajukan kepentingan perusahaan itu sendiri.


PENUTUP

Demikian yang dapat kami paparkan mengenai materi yang menjadi pokok bahasan dalam makalah ini, tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya, kerena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan atau referensi yang ada hubungannya dengan judul makalah ini.
Penulis banyak berharap para pembaca yang budiman sudi memberikan kritik dan saran yang membangun kepada penulis demi sempurnanya makalah ini dan dan penulisan makalah di kesempatan-kesempatan berikutnya. Semoga makalah ini berguna bagi penulis pada khususnya juga para pembaca yang budiman pada umumnya.



DAFTAR PUSTAKA

http://aprilliarad.blogspot.com/2012/10/organisasi-yang-berkembang.html
http://livein-balance.blogspot.com/2012/06/ya-berikut-adalah-penjelasan-tentang.html
http://candrarosdianto.blogspot.com/2012/10/organisasi-yang-berkembang.html

Senin, 10 November 2014

Teori Organisasi Umum 1#

KONFLIK DALAM ORGANISASI
Apa arti Konflik?
Konflik berasal dari kata kerja Latin configere yang berarti saling memukul. Secara sosiologis, konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih (bisa juga kelompok) dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkannya atau membuatnya tidak berdaya.

Tidak satu masyarakat pun yang tidak pernah mengalami konflik antar anggotanya atau dengan kelompok masyarakat lainnya, konflik hanya akan hilang bersamaan dengan hilangnya masyarakat itu sendiri.
Konflik dilatarbelakangi oleh perbedaan ciri-ciri yang dibawa individu dalam suatu interaksi. Perbedaan-perbedaan tersebut diantaranya adalah menyangkut ciri fisik, kepandaian, pengetahuan, adat istiadat, keyakinan, dan lain sebagainya. Dengan dibawasertanya ciri-ciri individual dalam interaksi sosial, konflik merupakan situasi yang wajar dalam setiap masyarakat dan tidak satu masyarakat pun yang tidak pernah mengalami konflik antar anggotanya atau dengan kelompok masyarakat lainnya, konflik hanya akan hilang bersamaan dengan hilangnya masyarakat itu sendiri.
Konflik bertentangan dengan integrasi. Konflik dan Integrasi berjalan sebagai sebuah siklus di masyarakat. Konflik yang terkontrol akan menghasilkan integrasi. Sebaliknya, integrasi yang tidak sempurna dapat menciptakan konflik.
Pengertian Jenis Konflik Organisasi dan sumbernya
           Konflik intrapersonal. 
Konflik intrapersonal adalah konflik seseorang dengan dirinya sendiri. Konflik ini terjadi pada saat yang bersamaan memiliki dua keinginan yang tidak mungkin dipenuhi sekaligus.
Konflik interpersonal.
Konflik ini adalah konflik seseorang dengan orang lainnya karena memiliki perbedaan keinginan dan tujuan.
Konflik antar individu-individu dan kelompok-kelompok
Hal ini sering kali berhubungan dengan cara individu menghadapi tekanan-tekanan untuk mencapai konformitas yang ditekankan pada kelompok kerja mereka . Sebagai contoh seorang individu dapat dikenai hukuman karena tidak memenuhi norma-norma yang ada.Konflik interorganisasi.
Konflik antar grup dalam suatu organisasi
Suatu yang biasa terjadi, yang tentu menimbulkan kesulitan dalam koordinasi dan integrasi dalam kegiatan yang menyangkut tugas-tugas dan pekerjaan. Karena hal ini tak selalu bisa dihindari maka perlu adanya pengaturan agar kolaborasi tetap terjaga dan menghindari disfungsional
Jenis Jenis Konflik Organisasi
 
Konflik yang terjadi dalam suatu organisasi dapat dibedakan menjadi beberapa macam, yaitu :
 
A. Dari segi pihak yang terlibat dalam konflik
Dari segi ini konflik dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu :
 
- Konflik individu dengan individu.
Konflik semacam ini dapat terjadi antara individu pimpinan dengan individu pimpinan dari berbagai tingkatan. Individu pimpinan dengan individu karyawan maupun antara inbdividu karyawan dengan individu karyawan lainnya.
- Konflik individu dengan kelompok.
Konflik semacam ini dapat terjadi antara individu pimpinan dengan kelompok ataupun antara individu karyawan dengan kempok pimpinan.
- Konflik kelompok dengan kelompok.
Ini bisa terjadi antara kelompok pimpinan dengan kelompok karyawan, kelompok pimpinan dengan kelompok pimpinan
 
B. Dari segi dampak yang timbul
Dari segi dampak yang timbul, konflik dapat dibedakan menjadi dua, yaitu konflik fungsional dan konflik infungsional. Konflik dikatakan fungsional apabila dampaknya dapat memberi manfaat atau keuntungan bagi organisasi, sebaliknya disebut infungsional apabila dampaknya justru merugikan organisasi. Konflik dapat menjadi fungsional apabila dikelola dan dikendalikan dengan baik.
Menurut Heidjrachman dari berbagai penelitian dan percobaan ternyata ditemukan hasil-hasil yang mirip antara yang satu dengan yang lain situasi, yang timbul akibat adanya konflik, baik konflik yang fungsional maupun konflik yang infungsional. Di antaranya yang penting adalah
-          Timbulnya kekompakan di antara anggota-anggota kelompok yang mempunyai konflik dengan kelompok yang lain.
-          Munculnya para pimpinan dari kelompok yang mengalami konflik.
-          Ada gangguan terhadap persepsi para anggota atau kelompok yang mengalami konflik.
-          Perbedaan antara kelompok yang mengalami konflik nampak lebih besar dari pada yang sebenarnya, sedangkan perbedaan pendapat antar individu dalam masing-masing kelompok tampak lebih kecil dari pada yang sebenanya.
-          Terpilihnya “wakil-wakil” yang kuat dari pihak-pihak yang mengalami konflik
-          Timbulnya ketidakmampuan untuk berfikir dan menganalisa permasalahan secara jernih
 
Strategi penyelesaian Konflik
Cara-Cara Mengatasi Konflik
Mengatasi konflik antara pihak-pihak yang bertikai tergantung pada kemauan pihak-pihak yang berkonflik untuk menyelesaikan masalah. Selain itu juga peran aktif dari pihak luar yang menginginkan redanya konflik. Berikut adalah cara-cara untuk mengatasi konflik yang telah terjadi :
a.    Rujuk
merupakan usaha pendekatan demi terjalinnya hubungan kerjasama yang lebih baik demi kepentingan bersama pula.
b.  Persuasi
mengubah posisi pihak lain, dengan menunjukan kerugian yang mungkin timbul, dan bukti factual serta dengan menunjukkan bahwa usul kita menguntungkan dan konsisten dengan norma dan standar keadilan yang berlaku.
c.   Tawar-menawar
Suatu penyelesaian yang dapat diterima oleh kedua belah pihak dengan mempertukarkan kesepakatan yang dapat diterima.
d.  Pemecahan masalah terpadu
Usaha pemecahan masalah dengan memadukan kebutuhan kedua belah pihak. Proses pertukaran informasi, fakta, perasaan, dan kebutuhan berlangsung secara terbuka dan jujur. Menimbulkan rasa saling percaya dengan merumuskan alternative pemecahan secara bersama dengan keuntungan yang berimbang bagi kedua pihak.
e.   Penarikan diri
Cara menyelesaikan masalah dengan cara salah satu pihak yang bertikai menarik diri dari hubungan dengan pihak lawan konflik. Penyelesaian ini sangat efisien bila pihak-pihak yang bertikai tidak ada hubungan. Bila pihak-pihak yang bertikai saling berhubungan dan melengkapi satu sama lain, tentu cara ini tidak dapat dilakukan untuk menyelesaikan konflik.
f.    Pemaksaan dan penekanan
Cara menyelesaikan konflik dengan cara memaksa pihak lain untuk menyerah. Cara ini dapat dilakukan apabila pihak yang berkonflik memiliki wewenang  yang lebih tinggi dari pihak lainnya. Tetapi bila tidak begitu cara-cara seperti intimidasi, ancaman, dsb yang akan dilakukan dan tentu pihak yang lain akan mengalah secara terpaksa.
Komunikasi, Unsur dan Hambatan dari Klasifiksi komunikasi
Pengertian Komunikasi
Komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi (pesan, ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain. Pada umumnya, komunikasi dilakukan secara lisan atau verbal yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. apabila tidak ada bahasa verbal yang dapat dimengerti oleh keduanya, komunikasi masih dapat dilakukan dengan menggunakan gerak-gerik badan, menunjukkan sikap tertentu, misalnya tersenyum, menggelengkan kepala, mengangkat bahu. Cara seperti ini disebut komunikasi nonverbal. Ada beberapa ilmuwan menanfsirkan pengertian komunikasi diantaranya:
Onong Uchjana Effendy
Komunikasi adalah proses penyampaian pesan oleh seseorang kepada orang lain untuk memberitahu, mengubah sikap, pendapat, atau perilaku, baik secara lisan (langsung) ataupun tidak langsung (melalui media).
Analisis Pengertian Komunikasi Dan 5 (Lima) Unsur Komunikasi Menurut Harold Lasswell Sat, 10/11/2007 – 6:54pm — Rejals Analisis Definisi Komunikasi Menurut Harold Lasswell.
Komunikasi pada dasarnya merupakan suatu proses yang menjelaskan siapa? mengatakan apa? dengan saluran apa? kepada siapa? dengan akibat atau hasil apa? (who? says what? in which channel? to whom? with what effect?). (Lasswell 1960).
Raymond Ross
Komunikasi adalah proses menyortir, memilih, dan pengiriman simbol-simbol sedemikian rupa agar membantu pendengar membangkitkan respons/ makna dari pemikiran yang serupa dengan yang dimaksudkan oleh komunikator.
Gerald R. Miller
Komunikasi terjadi saat satu sumber menyampaikan pesan kepada penerima dengan niat sadar untuk memengaruhi perilaku mereka.
Everett M. Rogers
Komunikasi adalah proses suatu ide dialihkan dari satu sumber kepada satu atau banyak penerima dengan maksud untuk mengubah tingkah laku mereka.
Carl I. Hovland
Komunikasi adalah suatu proses yang memungkinkan seseorang menyampaikan rangsangan (biasanya dengan menggunakan lambang verbal) untuk mengubah perilaku orang lain.
New Comb
Komunikasi adalah transmisi informasi yang terdiri dari rangsangan diskriminatif dari sumber kepada penerima.
Bernard Barelson & Garry A. Steiner
Komunikasi adalah proses transmisi informasi, gagasan, emosi, keterampilan dan sebagainya dengan menggunakan simbol-simbol, kata-kata, gambar, grafis, angka, dsb.
Colin Cherry
Komunikasi adalah proses dimana pihak-pihak saling menggunakan informasi dengan untuk mencapai tujuan bersama dan komunikasi merupakan kaitan hubungan yang ditimbulkan oleh penerus rangsangan dan pembangkitan balasannya.
Definisi komunikasi : Menurut Forsdale (1981) seorang ahli pendidikan terutama ilmu komunikasi : Dia menerangkan dalam sebuah kalimat bahwa “communication is the process by which a system is established, maintained and altered by means of shared signals that operate according to rules”. Komunikasi adalah suatu proses dimana suatu sistem dibentuk, dipelihara, dan diubah dengan tujuan bahwa sinyal-sinyal yang dikirimkan dan diterima dilakukan sesuai dengan aturan.
Analisis : Komunikasi adalah sebuah cara yang digunakan sehari-hari dalam menyampaikan pesan/rangsangan(stimulus) yang terbentuk melalui sebuah proses yang melibatkan dua orang atau lebih. Dimana satu sama lain memiliki peran dalam membuat pesan, mengubah isi dan makna, merespon pesan/rangsangan tersebut, serta memeliharanya di ruang publik. Dengan tujuan sang “receiver” (komunikan) dapat menerima sinyal-sinyal atau pesan yang dikirimkan oleh “source” (komunikator).
William J. Seller
William J.Seller mengatakan bahwa komunikasi adalah proses dimana simbol verbal dan nonverbal dikirimkan, diterima dan diberi arti.
Unsur Komunikasi
A. Lingkungan komunikasi
Lingkungan (konteks) komunikasi  memiliki 3 (tiga) komponen penting yaitu :
- Fisik, adalah ruang dimana komunikasi berlangsung yang nyata atau berwujud. Maksudnya adalah komunikasi bersifat nyata dan real sehingga dikatakan mempunyai tampilan fisik, baik berupa suara maupun gerakan-gerakan sebagai tanda.
- Sosial-psikoilogis, meliputi, misalnya tata hubungan status di antara mereka yang terlibat, peran yang dijalankan orang, serta aturan budaya masyarakat di mana mereka berkomunikasi. Lingkungan atau konteks ini juga mencakup rasa persahabatan atau permusuhan, formalitas atau informalitas, serius atau senda gurau,
- Temporal (waktu), mencakup waktu dalam hitungan jam, hari, atau sejarah dimana komunikasi berlangsung.
Ketiga komponen komuniasi tersebut saling berinteraksi satu dengan yang lainnya, masing-masing mempengaruhi dan dipengaruhi.
B. Enkoding-Dekoding
Dalam ilmu komunikasi kita menamai tindakan menghasilkan pesan (misalnya, berbicara atau menulis) sebagai enkoding (encoding). Dengan menuangkan gagasan-gagasan kita ke dalam gelombang suara atau ke atas selembar kertas, kita menjelmakan gagasan-gagasan tadi ke dalam kode tertentu. Jadi, kita melakukan enkoding.
Kita menamai tindakan menerima pesan (misalnya, mendengarkan atau membaca) sebagai dekoding (decoding). Dengan menerjemahkan gelombang suara atau kata-kata di atas kertas menjadi gagasan, anda menguraikan kode tadi. Jadi, anda melakukan dekoding.
Oleh karenanya kita menamai pembicara atau penulis sebagai enkoder (encoder), dan pendengar atau pembaca sebagai dekoder (decoder). Seperti halnya sumber-penerima, kita menuliskan enkoding-dekoding sebagai satu kesatuan yang tak terpisahkan untuk menegaskan bahwa anda menjalankan fungsi-fungsi ini secara simultan. Ketika anda berbicara (enkoding), anda juga menyerap tanggapan dari pendengar (dekoding).
C. Sumber Penerima
Sumber penerima sebagai satu kesatuan yang tak terpisahkan untuk menegaskan bahwa setiap orang yang terlibat dalam komunikasi adalah sumber (komunikator) kaligus penerima (komunikan). Anda mengirimkan pesan ketika anda berbicara, menulis, atau memberikan isyarat tubuh. Anda menerima pesan dengan mendengarkan, membaca, membaui, dan sebagainya.
Tetapi, ketika anda mengirimkan pesan, anda juga menerima pesan. Anda menerima pesan anda sendiri (anda mendengar diri sendiri, merasakan gerakan anda sendiri, dan melihat banyak isyarat tubuh anda sendiri) dan anda menerima pesan dari orang lain (secara visual, melalui pendengaran, atau bahkan melalui rabaan dan penciuman). Ketika anda berbicara dengan orang lain, anda memandangnya untuk mendapatkan tanggapan (untuk mendapatkan dukungan, pengertian, simpati, persetujuan, dan sebagainya). Ketika anda menyerap isyarat-isyarat non-verbal ini, anda menjalankan fungsi penerima.
D. Kompetensi Komunikasi
Kompetensi komunikasi mengacu pada kemampuan anda untuk berkomunikasi secara efektif (Spitzberg dan Cupach, 1989). Kompetensi ini mencakup hal-hal seperti pengetahuan tentang peran lingkungan (konteks) dalam mempengaruhi kandungan (content) dan bentuk pesan komunikasi (misalnya, pengetahuan bahwa suatu topik mungkin layak dikomunikasikan kepada pendengar tertentu di lingkungan tertentu, tetapi mungkin tidak layak bagi pendengar dan lingkungan yang lain). Pengetabuan tentang tatacara perilaku nonverbal (misalnya kepatutan sentuhan, suara yang keras, serta kedekatan fisik) juga merupakan bagian dari kompetensi komunikasi.
Dengan meningkatkan kompetensi anda, anda akan mempunyai banyak pilihan berperilaku. Makin banyak anda tahu tentang komunikasi (artinya, makin tinggi kompetensi anda), makin banyak pilihan, yang anda punyai untuk melakukan komunikasi sehari-hari. Proses ini serupa dengan proses mempelajari perbendaharaan kata: Makin banyak kata anda ketahui (artinya, makin tinggi kompetensi perbendaharaan kata anda), makin banyak cara yang anda miliki untuk mengungkapkan diri.
E. Umpan Balik/ Feed Back
Umpan balik adalah informasi yang dikirimkan balik ke sumbernya. Umpan balik dapat berasal dari anda sendiri atau dari orang lain. Dalam diagram universal komunikasi tanda panah dari satu sumber-penerima ke sumber-penerima yang lain dalam kedua arah adalah umpan balik. Bila anda menyampaikan pesan misalnya, dengan cara berbicara kepada orang lain anda juga mendengar diri anda sendiri. Artinya, anda menerima umpan balik dari pesan anda sendiri. Anda mendengar apa yang anda katakan, anda merasakan gerakan anda, anda melihat apa yang anda tulis.
Selain umpan balik sendiri ini, anda menerima umpan balik dari orang lain. Umpan balik ini dapat datang dalam berbagai bentuk: Kerutan dahi atau senyuman, anggukan atau gelengan kepala, tepukan di bahu atau tamparan di pipi, semuanya adalah bentuk umpan balik.
F. Gangguan
Gangguan (noise) adalah gangguan dalam komunikasi yang mendistorsi pesan. Gangguan menghalangi penerima dalam menerima pesan dan sumber dalam mengirimkan pesan. Gangguan dikatakan ada dalam suatu sistem komunikasi bila ini membuat pesan yang disampaikan berbeda dengan pesan yang diterima.
G. Saluran
Saluran komunikasi adalah media yang dilalui pesan. Jarang sekali komunikasi berlangsung melalui hanya satu saluran, kita menggunakan dua, tiga, atau empat saluran yang berbeda secara simultan. Sebagai contoh, dalam interaksi tatap muka kita berbicara dan mendengarkan (saluran suara), tetapi kita juga memberikan isyarat tubuh dan menerima isyarat ini secara visual (saluran visual). Kita juga memancarkan dan mencium bau-bauan (saluran olfaktori). Seringkali kita saling menyentuh, ini pun komunikasi (saluran taktil).
H. Pesan
Pesan dalam komunikasi dapat mempunyai banyak bentuk. Kita mengirimkan dan menerima pesan ini melalui salah satu atau kombinasi tertentu dari panca indra kita. Walaupun biasanya kita menganggap pesan selalu dalam bentuk verbal (lisan atau tertulis), ini bukanlah satu-satunya jenis pesan. Kita juga berkomunikasi secara nonverbal (tanpa kata). Sebagai contoh, busana yang kita kenakan, seperti juga cara kita berjalan, berjabatan tangan, menggelengkan kepala, menyisir rambut, duduk, dan. tersenyum. Pendeknya, segala hal yang kita ungkapkan dalam melakukan komunikasi.
Hambatan-hambatan Dalam Komunikasi
Ada beberapa hambatan terhadap komunikasi yang efektif, yaitu :
- Mendengar. Biasanya kita mendengar apa yang ingin kita dengar. Banyak hal atau informasi yang ada di sekeliling kita, namun tidak semua yang kita dengar dan tanggapi. Informasi yang menarik bagi kita, itulah yang ingin kita dengar.
- Mengabaikan informasi yang bertentangan dengan apa yang kita ketahui.
- Menilai sumber. Kita cenderung menilai siapa yang memberikan informasi. Jika ada anak kecil yang memberikan informasi tentang suatu hal, kita cenderung mengabaikannya.
- Persepsi yang berbeda. Komunikasi tidak akan berjalan efektif, jika persepsi si pengirim pesan tidak sama dengan si penerima pesan. Perbedaan ini bahkan bisa menimbulkan pertengkaran, diantara pengirim dan penerima pesan.
- Kata yang berarti lain bagi orang yang berbeda. Kita sering mendengar kata yang artinya tidak sesuai dengan pemahaman kita. Seseorang menyebut akan datang sebentar lagi, mempunyai arti yang berbeda bagi orang yang menanggapinya. Sebentar lagi bisa berarti satu menit, lima menit, setengah jam atau satu jam kemudian.
- Sinyal nonverbal yang tidak konsisten. Gerak-gerik kita ketika berkomunikasi – tidak melihat kepada lawan bicara, tetap dengan aktivitas kita pada saat ada yang berkomunikasi dengan kita-, mampengaruhi porses komunikasi yang berlangsung.
- Pengaruh emosi. Pada keadaan marah, seseorang akan kesulitan untuk menerima informasi. apapun berita atau informasi yang diberikan, tidak akan diterima dan ditanggapinya.
- Gangguan. Gangguan ini bisa berupa suara yang bising pada saat kita berkomunikasi, jarak yang jauh, dan lain sebagainya.
Itulah beberapa hal yang dapat menghambat terjadinya komunikasi yang efektif. dari anekdot tadi dapat kita lihat bahwa kata “nyanyi” di artikan berbeda antara si nenek dengan si cucu.  Nenek mengartikan kata nyanyi dengan arti sebenarnya, sedangkan si cucu, -karena telah biasa menggunakan kata nyanyi untuk buang air kecil-, mengartikan “nyanyi” sebagai buang air kecil.
Klasifikasi Komunikasi Dalam Organisasi
A. Dari segi sifatnya :
- Komunikasi Lisan
Komunikasi lisan secara langsung adalah komunikasi yang dilakukan oleh dua orang atau lebih yang saling bertatap muka secara langsung dan tidak ada jarak atau peralatan yang membatasi mereka.lisan ini terjadi pada saat dua orang atau lebih saling berbicara/ berdialog, pada saat wawancara, rapat, berpidato.
Komunikasi lisan yang tidak langsung adalah komunikasi yang dilakukan dengan perantara alat seperti telepon, handphone, VoIP, dan lain sebagainya karena adanya jarak dengan si pembicara dengan lawan bicara.
- Komunikasi Tulisan
Komunikasi tulisan adalah komunikasi yang di lakukan dengan perantaraan tulisan tanpa adanya pembicaraan secara langsung dengan menggunakan bahasa yang singkat, jelas, dan dapat dimengerti oleh penerima.Komunikasi tulisan dapat berupa surat-menyurat, sms, surat elektronik, dan lain sebagainya.
Komunikasi tulisan juga dapat melalui naskah-naskah yang menyampaikan informasi untuk masyarakat umum dengan isi naskah yang kompleks dan lengkap seperti surat kabar, majalah, buku-buku dan foto pun dapat menyampaikan suatu komunikasi secara lisan namun tanpa kata-kata. Begitu pula dengan spanduk, iklan, dan lain sebagainya.
- Komunikasi Verbal
Komunikasi verbal adalah komunikasi dengan menggunakan simbol-simbol verbal. Simbol verbal bahasa merupakan pencapaian manusia yang paling impresif. Ada aturan-aturan yang ada untuk setiap bahasa yaitu  fonologi, sintaksis, semantik dan pragmatis.
- Komunikasi Nonverbal
Komunikasi nonverbal adalah proses komunikasi dimana pesan disampaikan tidak menggunakan kata-kata. Contoh komunikasi nonverbal ialah menggunakan gerak isyarat, bahasa tubuh, ekspresi wajah dan kontak mata, penggunaan objek seperti pakaian, potongan rambut, dan sebagainya, simbol-simbol, serta cara berbicara seperti intonasi, penekanan, kualitas suara, gaya emosi, dan gaya berbicara.Para ahli di bidang komunikasi nonverbal biasanya menggunakan definisi “tidak menggunakan kata” dengan ketat, dan tidak menyamakan komunikasi non-verbal dengan komunikasi nonlisan. Contohnya, bahasa isyarat dan tulisan tidak dianggap sebagai komunikasi nonverbal karena menggunakan kata, sedangkan intonasi dan gaya berbicara tergolong sebagai komunikasi nonverbal. Komunikasi nonverbal juga berbeda dengan komunikasi bawah  sadar, yang dapat berupa komunikasi verbal ataupun nonverbal.
B. Dari Segi Arahnya :
- Komunikasi Ke Bawah
Mengalir dari orang pada hierarki yang lebih tinggi ke jenjangyang lebih rendah. Misalnya dalam bentuk  instruksi, memoresmi, prosedur, pedoman kerja, pengumuman, dan sebagainya.
- Komunikasi Ke Atas
Porsi ini sebenarnya dituntut untuk seimbang dengan komunikasike baawah. Berbeda dengan komunikasi ke  bawah, komunikasike atas mengalir dari orang pada hierarki yan lebih rendah kejenjang yang lebih tinggi.  Misalnya, dalam bentuk kotak sara,pertemuan kelompok, pengaduan, dan sebagainya.
- Komunikasi Horizontal
Merupakan pertimbangan utama dalam desain organisasi,namun organisasi yang efektif memerlukan juga  komunikasihorizontal yang sangat perlu bagi koordinasi dan integrasi dariberaneka ragam fungsi keorganisasian.  Misalnya, komunikasiantar produksi dan pemsaran dalam organisasi bisnis, dsb.
- Komunikasi Diagonal
Merupakan jalur komunikasi yang paling jarang digunakan,komunikasi diagonal penting dalam situasi ketika para anggiotatidak dapat berkomunikasi secara efektif melalui jalur ini.
 C. Menurut Lawannya :
- Komunikasi Satu Lawan Satu : berbicara dengan lawan bicaras yang sama banyaknya.
Contoh:berbicara melalui telepon
- Komunikasi Satu Lawan Banyak (kelompok)‏ : berbicara antara satu orang dengan suatu kelompok.
Contoh: introgasi maling dengan kelompok hansip.
- Kelompok Lawan Kelompok : berbicara antara suatu kelompok dengan kelompok lain.
Contoh: debat partai politik.
Sumber :